Sabtu, 29 Oktober 2016

d small notes


Aku membencinya, Mommy


Rasanya telah jauh aku melangkahkan kakiku meninggalkan bayang bayang masalalu. Tidak lagi membuka buku harian, photo, atau membuka sosial media miliknya. Aku benar benar berkonsentrasi pada hidup baruku sekarang. Aku sibuk dengan urusan persahabatanku, gaya gaya kekinian bersam a adik adik dan rekan sejawat, pekerjaan dan juga travelling kesukaanku. Rasanya tak ada yang salah dan aku sangat menikmati hidupku saat ini.

Tapi hari itu, aku baru menyadari satu hal dan tidak bisa kusanggah lagi tentang perasaan hatiku. Entah bagai disambar petir, air mataku berurai seiring dengan tercabiknya perasaanku. Dia tidak bicara, hanya menunjukan sebuah poto, itupun bukan ke aku melainkan di media sosialnya.


Photo kenangan itu mempunyai seribu makna, sakit, sedih dan penderitaan. Terlintas semua cerita hidup yang telah ku kubur dalam dalam, mimpi yang telah kuhapus, rasanya semua kembali hadir. Tapi mengapa aku sedih? harusnya aku sudah tidak memikirkan hal itu lagi.

Tuhan, aku tau dan sadar satu hal, bahwa hatiku belum seluruhnya pergi. Hatiku terluka, dan selama ini terpendam. Aku membencinya, mommy. Sangat membencinya. Tidak, Bukan,,, aku bukan ingin kembali, aku hanya ingin membalas rasa sakit hatiku. Itu saja....



"tentang rasa"
Sanshine

Jumat, 07 Oktober 2016

Mereka yang tidak pernah menuntutmu, tapi tetap menyayangimu



Kabari orang tuamu.....


Bismillahirrohmannirrohiim

Assalamu'alaikum wr.wb.


Sudahkah kita menghubungi orang tua kita hari ini? sudahkah kita memberi kabar kepada mereka? seberapa seringkah kita menanyakan atau menceritakan apa yang mereka kerjakan dan apa yang telah kita kerjakan? Sudahkah kita mengintrogasi dan mencari tahu tentang mereka seperti yang kita lakukan kepada pasangan, sahabat atau teman kita ? ini adalah sebagian kecil pertanyaan pertanyaan yang sering kali saya rasakan dan saya temui.

Readers, secara tema memang tulisan ini saya khususkan untuk kita yang  berada cukup jauhdari kedua orang tua kita. Namun pesan moral yang ingin saya sampaikan adalah untuk kita semua sebagai anak dari orang tua kita.

Seringkali kita lupa memberi kabar kepada kedua orang tua kita dengan berbagai alasan yang sebenarnya sangat tidak bisa ditolerir misalnya sibuk dan tidak punya waktu, tidak punya cukup pulsa, tidak begitu dekat secara emosional, sedih jika telpon, tidak leluasa bercerita, masih konservatif alias kuno dan alasan lain yang cukup klise.

Sadarkah kita, alasan-alasan diatas itu hanyalah ego dan malas yang membudaya.  Mengapa? karena melihat perkembangan teknologi saat ini yang sudah sangat maju, rasanya agak lucu jika kita masih  kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang tua kita. Lihat saja, saat ini quota internet jauh lebih penting daripada beli kosmetik, saat "ngemall" jauh lebih keren daripada ngumpul di pengajian, saat HP menjadi barang terpenting dalam hidup dan yang pastinya biaya-biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal jika dibandingkan dengan hal yang jauh bermanfaat. Tapi apa? pun harganya selangit, hampir setiap orang menjadikan hal ini kebutuhan "primer / wajib" yang artinya harus terpenuhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada alasan  sulitnya berkomunikasi jarak jauh dengan orang tua kita, sebab rata rata orang sudah mempunyai HP dan paket datanya masing masing. :).
 
Dalam hal kedekatan emosional, konservatif, dan lain-lain, coba tanyakan pada hati kita. Sewaktu masih kecil dulu , apakah orang tua kita  malu bercerita kepada kita yang masih anak-anak sedangkan mereka sudah dewasa? jawabanya tidak. Karena jika memang ada yang tidak pantas, mereka tidak akan membicarakannya, tapi apakah mereka membatalkan bercerita kepada kita? tentu saja tidak, karena mereka akan mencari cerita lainnya agar kamu senang. Dan sekarang mengapa kita tidak dapat melakukan hal yang sama untuk mereka :).
 
Ya, sekarang kita sudah mandiri dan sudah punya teman dekat, sahabat, pacar, genk, rekan kerja, atasan / bos, dan banyak lagi orang yang kita temui yang bisa diajak berbagi cerita. Tidak seperti waktu kita masih kecil dulu, dimana orang tua menjadi teman curhat nomor satu. Lalu kita jadi mengabaikan mereka?... Sebagian besar termasuk saya sendiri sering melakukan hal itu, dimana kita punya waktu untuk berbicara dan chat sama pacar, sahabat dan lain-lain selama berjam-jam tapi tidak dengan orang tua kita yang hanya sebentar itupun kalau mereka memulai pembicaraan. Kita sanggup menghabiskan waktu berlama-lama ditelpon memberi kabar kepada pasangan kita tapi kita tidak punya waktu banyak untuk kedua orang tua kita.
 
Teman, tulisan ini saya buat sebagai renungan terutama untuk saya sendiri dan teman-teman yang bersedia membacanya. Terkadang ketika kita telah merasa mampu, kita lupa dan terlena. Kita jauh lebih mementingkan orang lain daripada kedua orang tua kita. Boleh saja kita berteman, menghabiskan waktu bersama siapapun. Namun jangan lupa, luangkan waktu yang banyak untuk orang tua , karena hanya mereka yang tidak pernah menuntut mu, tapi tetap menyayangimu. Jangan menunggu  waktu luang untuk menghubungi mereka, akan tetapi luangkanlah waktumu untuk mereka.
 
Mengutip sebuah  hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, disebutkan:
 
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ
 
فِي سُخْطِ الْوَالِدِ
 
“Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua”
 
Sekedar mengingatkan, hadist diatas menggambarkan bahwa langkah apapun yang akan kita ambil seharusnya kita menyampaikan kepada orang tua kita untuk meminta restu. Lalu apakah bisa mereka merestui jika mereka sendiri kadang tidak diberi tahu :).
 
Semoga tulisan ini bermanfaat ya readers
 
Wassalamu'alaikum wr.wb..
 
San Shines
 
 
#onedayonepost
 
 
 







Selasa, 04 Oktober 2016

RENUNGAN TENTANG MASA LALU

Tidak ada orang baik yang tidak mempunyai masa lalu
Dan tidak ada orang jahat yang tidak mempunyai masa depan
 
 
Jangan pernah membenci masa lalu mu hanya karena buruknya ceritamu dahulu
Karena sekelam apapun kehidupanmu dan seburuk apapun perangaimu
Bersyukurlah, kamu akhirnya diberikan kesadaran untuk mengubah siapa dirimu
YA, untuk mengubah siapa dirimu bukan untuk  membenci masa lalumu
 
 
Jangan pernah merasa rendah diri hanya karena kamu menyadari  hitamnya hidupmu terdahulu
Yang tidak sebaik kisah orang lain yang pernah kau temui
Bisa jadi mereka mempunyai masa lalu jauh lebih buruk dirimu,
Hanya saja mereka tidak menceritakan kepadamu
Mungkin saja mereka memang tidak mempunyai masa lalu seburuk kamu
Tapi ketika kamu menyadari kelamnya hidupmu, artinya Allah telah memberimu waktu
YA, waktu dan kesempatan kepadamu untuk berbenah
Yang mungkin tidak pernah diberikan kepada mereka
 
 
Sekarang kamu berdiri disini, bukan untuk menyesali masa lalu
Allah memberimu waktu untuk memperbaiki diri
Karena jauh lebih baik menata masa depan daripada menangisi masa lalu
Membebaskan diri  dengan langkah baru daripada mencari penyebab kesalahanmu dahulu
 
 
Maafkanlah dirimu
Jangan larut dalam masa lalu
Jangan pernah menghakimi dirimu
Biarkan masalalu tetap menjadi masa lalu
Jadikan pembelajaran dalam hidupmu
Berubah dan bangkitlah !!!!!
Karena hidup jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi
Tanpa melakukan tindakan apapun
 
 
 
San Shine
#Onedayonepost
 

 

 

 

 

Senin, 03 Oktober 2016

Tulisan Pertamaku

Bismillahhirrohmannirrohiim......

Menulis

Menulis adalah sesuatu yang sudah diajarkan kepada saya dari usia 3 tahun. Dimana saya dan juga teman teman diberikan pensil dan diminta membuat huruf atau angka seperti yang dicontohkan sebelumnya. Hampir semua orang melakukanya. Tapi disini, menulis bukan  hanya memindahkan kata ataupun gambar kedalam media buku catatan, papan tulis, prasasti atau lainnya. Namun lebih kepada menuangkan ide kreatif dan imajinasi menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati dan diterapkan kepada pembaca. Semua  bisa menulis, tapi hanya sebagian yang dapat menjadikan tulisannya menjadi sebuah karya yang bagus dan menginspirasi bagi pembacanya.

Terinspirasi  dari karya karya besar yang sering di baca, keinginan menghasilkan sesuatu dari tulisan selalu muncul dalam jiwa. Saya  menginginkan riak riak kehidupan baik yang saya lalui sendiri ataupun melalui orang lain dapat tertuang dalam tulisan yang bermanfaat  bagi orang lain yang membacanya. Tentunya, semua itu sulit terwujud jika hanya ada dalam pikiran tanpa ada tindakan.

Masih jauh dari amatir

Terlihat seperti mudah, namun bagi saya sangatlah sulit merangkai kata kata menjadi sebuah kalimat yang bermakna dan indah. Bagaimana memindahkan dan menggabungkan ide ide dalam pikiran  untuk menghasilkan  tulisan yang lugas dan mudah dimengerti tidaklah mudah.   Seringkali saya menulis kemudian dihapus,  ditulis ulang dan dihapus kembali, begitulah seterusnya sampai  beberapa jam hanya menghasilkan 3 kalimat singkat saja. Itupun  terkadang masih dalam tanda kutip abu abu alias tidak jelas. Ya, itulah saya saat ini, bisa dikatakan  masih jauh dibawah penulis  amatiran. Akan tetapi, keinginan dan niat menjadi seorang inspirator dari karya  penulisan, menimbulkan semangat tinggi menulis.

Ikut One Day One Post

Alhamdulillah tanggal 29 September 2016,  sahabat  terbaik saya , Rika, yang mengetahui tentang cita cita dan ketertarikan saya dalam bidang menulis mengajak saya untuk bergabung dengan komunitas penulis. Pada akhirnya niat yang kuat bertemu dengan kesempatan membawa saya menjadi bagian dari komunitas One Day One Post batch 3.

Mulai dari sini,  setelah bergabung ternyata banyak hal yang harus di ikuti dan ditaati :) tentunya cukup berat bagi saya dan membuat pusing tujuh keliling.

Pertama, setiap peserta  mempunyai blog dan nantinya siap untuk dikunjungi teman teman. Dulu pernah punya blog, tapi sudah punah sekarang. Jadilah, saya membuat blog baru dengan nama beken San Shine dibaca San Sain artinya San diambil dari bagian nama saya, shine bersinar. Harapanya semoga saya dapat menghasilkan karya yang luar biasa dan berguna bagi semua orang seperti matahari yang menerangi semua ciptaan Allah SWT di bumi ini . Saya  juga mengambil tema  blog saya yaitu Dunia dalam Cerita, dengan tujuan agar semua dapat terwakili dan tersampaikan dalam cerita.

Kedua, salah satu persyaratan sebagai peserta  ODOP yaitu harus publikasi satu hari hasil karya, yang belum sama sekali terpikirkan mau seperti apa dan pastinya masih malu untuk ditampilkan agar dilihat oleh teman teman dan pembaca.

Ketiga, melihat  teman teman yang sudah  mahir  menuangkan ide dalam karya yang luar biasa membuat saya  sedikit berkecil hati. Tapi, saya percaya niat baik untuk menulis, inshaAllah diridhoi oleh Allah SWT serta melihat semangat dari teman teman lainnya membuat saya percaya bahwa langkah yang saya ambil adalah tepat.

Ini menjadi tulisan pertama saya di blog dan semoga teman teman dapat membantu dalam mengembangkan cita cita saya untuk menghasilkan karya besar dan berguna. Terima kasih kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW serta semuanya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.


San Shine


#onedayonepost#